Sastra untuk Semua di Komunitas FlexiLand

berbagi sastra - berbagi rasa

Photo Galery

  • September 2010
    MSSRKJS
       1234
    567891011
    12131415161718
    19202122232425
    2627282930  

Categories

  • Archives


    Content Tag

    Testimonials

    Blog Roll

    Statistik

      Blog ini telah dikunjungi sebanyak : 469 kali

    Pahlawan itu Bernama Ibu

    Pahlawan itu bernama Ibu. Dan itu justru kurasa lama dari waktu seharusnya. Aku teramat menyesal mengakuinya baru setelah hari itu. Seharusnya sudah lama sekali, sejak aku dalam kandungannya.

    Pahlawan itu bernama ibu, dan aku teramat terlambat menyadarinya. Ibu mengandungku dalam tradisi kemengandungan yang luar biasa berat. Mual dan muntah-muntah, mungkin hal biasa. Tapi, terus turut bekerja keras menjual dagangan makanan : kolak pisang, bubur pati dan rujak untuk turut mendukung Bapak yang hanya guru SD, adalah hal yang luar biasa.

    Pahlawan itu bernama ibu, dan aku teramat terlambat menyadarinya. Ibu melahirkanku dalam duka yang merata, bersama keprihatinan hidup yang Bapak tawarkan. Namun tetap saja dia tersenyum, bahkan ketika kelahiranku adalah siksaan belati teramat tajam, yang mengiris dan menguakkan luka sekaligus!

    Pahlawan itu bernama ibu, dan aku teramat terlambat menyadarinya. Ibu membesarkanku dalam tirakat panjang, dalam khusyu doa, dalam keprihatian yang luar biasa.

    Pahlawan itu bernama ibu, dan aku teramat terlambat menyadarinya. Baru ketika aku pulang untuk merasai kembali setiap usapan di rambutku, untuk setiap senyum yang dia tawarkan bagi setiap keluh kesahku, untuk setiap selera makan yang meningkat karena nikmatnya masakan Ibu.

    Pahlawan itu bernama ibu, dan aku teramat terlambat menyadarinya. Tapi, rasanya tidak terlambat untuk mengatakan : aku cinta Ibu.

    maaf

    maaf
    untuk gagal memahami

    maaf
    untuk gagal kaupahami